Sabtu, 27 April 2019

Pertemuan 6 : Membuat Jaringan Sederhana


1. PEER TO PEER


Jaringan peer to peer merupakan jaringan komputer dimana setiap komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut merupakan klien sekaligus juga server. Jaringan ini dibentuk tanpa adanya kontrol terpusat dari sebuah server yang terdedikasi. Setiap komputer memiliki kedudukan yang sama. Pertukaran data antar komputer serta penggunaan fasilitas komputer yang terhubung pada jaringan peer to peer dapat dilakukan secara langsung. Tidak ada pengendali dan pembagian hak akses.

Berikut Alat Alatnya :

2 Buah Komputer/ Laptop
1 Kabel Crossover (Dikarenakan Sama device)


A. CARA PEMBUATAN

1. Pasangkan Kabel LAN di Masing Masing Komputer ( Slot RJ-45)
2. Jika sudah Pastikan Kabel LAN Masuk ke Komputer dengan melihat Network Settings (Unidentified Network)



3. Selanjutnya Masuk ke Menu Adapter Settings dengan cara klik kanan simbol network dibawah - pilih Open Network and Sharing center dan Pilih Change Adapter Settings


4. Setelah itu Klik kanan pada LAN Ethernet nya untuk menSettings IP Address kedua komputer , dan Pilih Properties


5. Klik Internet Protocol (IPV4) dan pilih bagian properties


6. Selanjutnya Akan muncul tab bagian IP Address , pilih Use the Following IP Address karena kita akan membuat IP Address sendiri, disini kami memakai IP 192.168.1.2 untuk Komputer pertama dan 192.168.1.3 untuk komputer kedua , Subnet Mask akan terisi Otomatis 

7. Setelah mensetting IP untuk kedua komputer , jangan lupa Matikan Windows Firewall agar koneksi tidak terganggu . Caranya Search saja "Windows Firewall" di Search Bar Windows mu


8. Pilih "Turn Windows Firewall on or off" 



9. Offkan Firewall dibagian Public maupun Private network settings ( On kan Kembali jika sudah tidak menggunakan Peer to peer/ LAN Networking) 



10. Sekarang Lakukan Tes Koneksi Di masing masing kedua komputer, dengan membuka CMD,ketik ping dan tulis ip yang akan dipanggil,  ex : di komputer kedua akan mengetest ping komputer 1 dengan IP 192.168.1.2. jika reply nya lancar ( tidak lost sama sekali) Maka Koneksi Peer to Peer telah berhasil



2. Switch sharing FILE

Sekarang menggunakan Alat Switch untuk berkoneksi, dikarenakan peer to peer hanya untuk 2 komputer saja (limit port RJ-45 di laptop hanya 1 Slot) . dengan menggunakan Switch maka komputer bisa terkoneksi lebih dari 2 komputer ( tergantung jumlah port switch nya). Berikut Langkah Langkah nya


Alat Alatnya :
1 Switch minimal 4 Port
3 Buah Komputer/ Laptop
3 Kabel Straight (Dikarenakan Beda device)


A. CARA PEMBUATAN


1. Siapkan Switch dan Koneksi Masing Masing komputer , Disini kelompok kami menggunakan 3 Laptop




2. Pastikan 3 buah Laptop sudah terkoneksi Switch dan Lan nya, bisa di cek di bagian switch,  jika port nya menyala maka switch sudah mendeteksi komputer yang terhubung. 


3. Sama seperti Peer to Peer, Ketiga komputer bisa langsung di setting IP Address nya. yang membedakan hanya  penambahan Default Gateway  disini kami menggunakan 192.168.1.1 . settings masing masing ip di ketiga komputer, ex Komputer 1 : 192.168.1.2 , Komputer 2 :192.168 1.3 , dan Komputer 3 : 192.168.1.4



3. Jika Sudah , bisa Dilakukan pengecekan dengan menge PING masing masing IP komputer , ex: Komputer 2 akan menge Ping komputer 1 dan 3, yakni 192.168.1.2 dan 192.168.1.4 . Jika reply nya lancar dan loss nya tidak ada (0% Loss) maka Ketiga Komputer sudah bisa terhubung dan siap untuk melakukan sharing file 



4. Untuk melakukan Sharing File terlebih dahulu harus mensettings Sharing settings agar komputer bisa melihat file yang akan di sharing. klik kanan logo network dibawah -pilih open network and sharing center - dan pilih "Change Advance Sharing Center"



5. Pada bagian Public Folder Sharing pilih "Turn On sharing " dan pada Password protected Sharing di OFF kan , agar saat komputer lain ingin melihat file sharing tsb, tidak perlu lagi memerlukan password dari komputer pengirim


6. Sekarang lihat bagian "Network" di Computer masing masing. jika terlihat nama list Ketiga komputer maka sudah bisa melakukan sharing File


7. Untuk cara Menshare folder/file agar komputer lain bisa mengakses nya, caranya klik kanan folder/file yang akan di share (ex : file sholawat) - pilih properties dan tab sharing - klik bagian share dan Pilih Add "Everyone" agar file tsb bisa di akses ke semua orang - klik ok



8. Lalu pada komputer lainnya bisa langsung di cek apakah file tsb bisa di akses atau tidak dengan cara klik nama komputer nya , jika tertera file nya maka Sharing File telah berhasil



3. SHARING PRINTER

Sharing Printer merupakan cara menghubungkan 1 printer dengan beberapa komputer dalam 1 jaringan, cara ini bisa menghemat dan mempercepat perkerjaan dikarenakan user tidak usah mondar mandir hanya untuk menge print di komputer orang lain.
cukup 1 komputer saja yang terkoneksi printer dan komputer lain bisa mengprint di printer itu , asalkan dalam 1 jaringan 

Untuk Alat Alatnya
1. Buah Printer
1  Buah Switch
2-3 Komputer 
Kabel Straight Secukupnya

A. CARA PEMBUATAN

1. Koneksi kan Printer dengan Komputer utama, dan komputer lain cukup koneksi kan melalui Switch 

2. Sama seperti Switch sharing settings ip masing masing Komputer ( Sama seperti diatas)

3. Settings Advance Sharing Settings dan On kan File Sharing Printer ( settings juga di komputer lainnya)


4. Setelah mengaktifkan Printer Sharing langkah selanjutnya buka Control Panel lalu pilih View Devices and Printers pada tab Hardware and sound


5. Pilih printer untuk di Sharing - klik printer properties dan pilih tab sharing, ceklis "share this printer" dan klik ok


6. Sekarang Printer tsb sudah bisa di Sharing untuk mengakses nya tinggal pilih printer sharing tsb saat ingin menge print di komputer lain.




Minggu, 14 April 2019

Pertemuan 4 : Pembuatan Kabel LAN Straight & Crossover


KABEL LAN STRAIGHT & CROSSOVER



Kabel LAN sering digunakan dalam dunia per Jaringan komputer seperti untuk menghubungkan Switch dengan PC ,  Router dengan Switch dan sebaliknya. 

Kali ini Kelompok Kami akan membuat Kabel tipe Straight dan & Cross
Perbedaan antara kedua kabel diatas yakni dari penggunaan nya, Jika kabel straight digunakan untuk yang berbeda device ( seperti switch - pc, router-pc dll) sedangkan kabel Cross digunakan Untuk Same device ( Swicth - Switch, PC- PC dll). 

Untuk alat alat nya pembuatan nya berikut di bawah ini :
1, Kabel LAN Secukupnya 
2. Port RJ45
3. Tang Crimping dan Wire Stripper
4. Lan Tester
5. Gunting dan alat bantu lainnya


Berikut video pembuatan nya dari Kelompok Kami 
( Kelompok 11)
1. Bima Prasetyo




Jumat, 12 April 2019

Pertemuan 5 : Topologi Jaringan


TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER


Topologi jaringan adalah lay out actual dari perangkat jaringan atau infrastruktur fisik jaringan computer yang digunakan untuk mengimplementasikan LAN.

Dan juga Metode atau cara yang digunakan agar dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Struktur atau jaringan yang digunakan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya bisa dengan menggunakan kabel ataupun nirkabel (tanpa kabel).

Pada pelaksanaannya, ada beberapa macam topologi jaringan komputer yang digunakan sesuai dengan skala jaringan, tujuan, biaya, dan penggunanya. Beberapa macam topologi jaringan tersebut adalah topologi ring, topologi bus, topologi star, topologi mesh, dan topologi tree.
Masing-masing jenis topologi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga dalam penggunaannya harus benar-benar memperhatikan peruntukkannya
Berikut dibawah ini merupakan jenis jenis Topologi beserta Kelebihan dan Kelemahan nya
1.TOPOLOGI RING

1. Pengertian
Topologi ring atau sering disebut dengan topologi cincin merupakan suatu topologi jaringan yang dipakai untuk menghubungkan sebuah komputer dengan komputer lainnya dalam sebuah rangkaian yang berbentuk melingkar seperti cincin. Jenis topologi jaringan ini umumnya hanya menggunakan LAN card agar masing-masing komputer terkoneksi.
2. Kelebihan dan Kekurangan
 Kelebihan Topologi Ring


·         Biaya untuk instalasinya murah
·         Performa koneksi cukup baik
·         Proses instalasi dan konfigurasi cukup mudah
·         Implementasinya mudah dilakukan
Kekurangan Topologi Ring
·         Jika terjadi masalah, troubleshooting jaringan ini terhitung rumit
·         Pada jaringan ini tabrakan arus data sangat rentan terjadi
·         Koneksi pada jaringan akan terputus jika salah satu koneksi bermasalah


2. TOPOLOGI DUAL RING


1. Pengertian

Untuk cara kerjanya sendiri, pada topologi dual ring sama seperti topologi ring akan tetapi topologi dual ring  setiap node memiliki 2 Sehingga setiap perangkat nantinya dapat bekerja sama untuk mendapatkan sinyal dari sebelumnya dan diteruskan ke node yang selanjutnya. Pada proses penerimaan sinyal serta penerusan sinyal data akan dibantu dengan alat yang bernama token. Selain itu topologi dual ring berfungsi sebagai backup transmission jika salah 1 node pada topologi tersebut tidak berfungsi.

2. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Topologi Dual Ring
  • Bisa sebagai backup transmission jika salah 1 node pada topologi tersebut tidak berfungsi
Kekurangan Topologi Dual Ring
  • Lebih Boros Kabel
  • Saat Pengimpletansi Topologi ini cukup sulit, karena harus mengatur arah data agar tidak terjadi collison


3. TOPOLOGI BUS


1. Pengertian

Topologi bus adalah topologi jaringan yang lebih sederhana. Pada umumnya topologi jaringan ini dilakukan pada installasi jaringan berbasi kabel coaxial. Topologi bus memakai kabel coaxial pada sepanjang node client dan konektor. Jenis konektor yang digunakan adalah BNC, Terminator, dan TBNC.
2. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Topologi Bus
·         Kemudahan dalam penambahan client atau workstation baru
·         Mudah digunakan dan sangat sederhana
·         Biaya instalasi murah karena kabel yang digunakan sedikit
Kekurangan Topologi Bus
·         Sering terjadi tabrakan arus data
·         Proses pengiriman dan penerimaan data kurang efisien
·         Topologi bus yang lama sulit untuk dikembangkan
·         Jika ada masalah pada kabel, misalnya terputus, maka komputer workstation akan terganggu.
4. TOPOLOGI STAR


1. Pengertian

Topologi star atau disebut juga dengna topologi bintang adalah topologi jaringan berbentuk bintang dimana pada umumnya memakai hub atau switch untuk koneksi antar client. Topologi jaringan komputer ini paling sering digunakan saat ini karena memiliki banyak kelebihan.
2. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Topologi Star
·         Jaringan topologi ini tetap berjalan baik walaupun salah satu komputer client bermasalah
·         Tingkat keamanan data pada topologi ini cukup baik
·         User lebih mudah mendeteksi masalah pada jaringan
·         Lebih fleksibel
Kekurangan Topologi Star
·         Topologi ini terhitung mahal karena menggunakan cukup banyak kabel
·         Seluruh komputer dalam jaringan ini akan bermasalah jika hub atau switch mengalami masalah
·         Topologi star sangat tergantung pada terminal pusat.
5. TOPOLOGI MESH

1. Pengertian

Topologi mesh adalah sebuah topologi yang bisa digunakan untuk rute yang banyak. Jaringan pada topologi ini menggunakan kabel tunggal sehingga proses pengiriman data menjadi lebih cepat tanpa melalui hub atau switch.

2. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Topologi Mesh
·         Bandwidth limit nya cukup besar
·         Security data pada topologi ini sangat baik
·         Tidak terjadi tabrakan arus data karena jalur pengiriman data sangat banyak
Kekurangan Topologi Mesh
·         Kabel yang dibutuhkan jumlahnya banyak
·         Biaya installasi topologi mesh sangat mahal karena menggunakan banyak kabel
·         Installasinya sangat rumit
6. TOPOLOGI TREE

1. Pengertian

Topologi tree atau topologi pohon adalah hasil penggabungan dari topologi bus dan topologi star. Topologi tree pada umumnya dipakai untuk interkoneksi antara hirarki dengan pusat yang berbeda-beda.

2. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Topologi Tree
·         Dapat dan mudah dikembangkan menjadi topologi jaringan yang lebih luas
·         Susunan topologi ini terpusat secara hirarki sehingga pengaturan data menjadi lebih mudah
Kekurangan Topologi Tree
·         Topologi tree memiliki kinerja jaringan yang lambat
·         Penggunaan kabel yang sangat banyak sehingga biaya installasinya mahal
·         Kabel backbone merupakan sentral dari topologi ini
·         Bila komputer bagian atas bermasalah, maka komputer bagian bawah juga akan bermasalah
7. TOPOLOGI HYBRID

1. Pengertian

Topologi Hybrid adalah gabungan dari beberapa topologi yang berbeda dan membentu jaringan baru. Dengan kata lain, jika ada dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung dalam satu jaringan maka topologi jaringan tersebut akan membentuk topologi hybrid.

2. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Topologi Hybrid

·         Topologi ini sifatnya fleksibel
·         Penambahan koneksi lain pada topologi ini menjadi sangat mudah
Kekurangan Topologi Hybrid
·         Proses installasi dan pengaturannya cukup rumit
·         Manajemen pada topologi hybrid sangat sulit dilakukan
·         Biaya untuk membuat topologi ini cukup mahal
Sumber Refrensi 




Sabtu, 30 Maret 2019

Pertemuan 3 : Perangkat Jaringan Komputer


Perangkat Jaringan Komputer

(Repeater, Bridge , dan Network Interface Card)




Dalam membangun sebuah jaringan komputer yang lebih besar tentu harus menggunakan sebuah alat/perangkat untuk mendukungnya , untuk menjalankan transformasi data sehingga perangkat bersangkutan dapat beroperasi. Sebuah komputer yang digunakan biasanya memerlukan beberapa alat sebagai pengirim data, misalnya router, wireless, repeater , bridge  lan card dan masih banyak lagi yang lainnya.

Disini penulis akan menjelaskan beberapa perangkat jaringan komputer seperti Repeater, Bridge, Maupun NIC (Network Interface Card)


A. REPEATER

1. Pengertian Repeater
Secara bahasa, kata repeater berasal dari bahasa Inggris “Repeat” yang memiliki arti pengulangan. Secara terminologi, definisi repeater yaitu pengulang kembali atau secara lengkapnya yaitu alat yang berfungsi untuk mengulang atau meneruskan kembali signal ke area sekitar perangkat ini dengan lebih mudah.
Definis repeater yaitu suatu alat atau perangkat yang mempunyai fungsi untuk menyebarkan jangkauan sinyal. Sinyal Wifi yang belum terjangkau oleh sinyal dari server yang mana tujuan hal itu ialah untuk menangkap sinyal Wifi.
Untuk memenuhi hal tersebut, repeater dibuat menjadi dua alat yakni sebagai penerima sinyal dari server “client” dan sebagai penyebar lagi sinyal Wifi “Accesspoint”. Repeater yang ada pada ruangan merupakan suatu alat yang terpasang di titik tertentu dalam jaringan demi tujuan memperbaharui sinyal agar memiliki kembali kekuatan dan bentuknya seperti semula.
Tujuannya ialah untuk memanjangkan jarak yang bisa dijangkau. Hal itu diperlukan karena sinyal mengalami perubahan bentuk dan melemah selama transmisi. Repeater pada ruangan tersusun atas antena yagi yang fungsinya untuk menerima sinyal di luar ruangan. Selanjutnya akan diteruskan ke booster untuk dikuatkan. 
2. Fungsi Repeater
Menurut Herlambang dan Aziz “2008” menyatakan Repeater mempunyai fungsi sebagai penguat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel kemudian memancarkan kembali sinyal itu dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli di segmen kabel lain.
Fungsi Repeater antara lain yaitu:
  • Untuk mencangkup daerah yang lemah sinyal dari server “pemancar”.
  • Untuk memudahkan akses sinyal Wifi yang dari server.
  • Untuk meluaskan jangkauan sinyal dari server atau pemancar.
3. Jenis-Jenis Repeater
Adapun jenis-jenis repeater yang diantaranya yaitu:
Telephone Repeater

Telephone repeater merupakan jenis repeater yang dipasang di saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi karena jarak tempuh yang jauh menjadikan sinyal yang diterima oleh para user telepon bisa lebih lepas.

Optical Communications Repeater



Optical Communications repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya menguatkan jangkauan sinyal pada kabel serat optik “fiber optic cable”, di jenis repeater ini dalam serat kabel optik ada informasi digital secara fisik berwujud sebagai light pulses “pulsa cahaya” yang terbuat dari foton yang bisa tersebar secara mengacak dalam kabel serat optik.

Radio Repeater


Radio repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya untuk menguatkan sinyal radio. Pada umumnya jenis repeater ini mempunyai satu antena yang fungsinya dan juga secara receiver dan transmitter. Repeater jenis ini akan mengubah frekuensi sinyal yang bisa menerima sebelum dipancarkan kembali, sinyal itu dipancarkan melalui sinyal repeater ini akan bisa menebus objek penghalang.

4. Cara Kerja Repeater

Untuk hal ini fungsi repeater yaitu untuk menyebarluaskan jangkuan jaringan Wifi, hal ini dapat dijalankan dengan cara menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal itu sudah masuk ke repeater yang dikuatkan terlebih dahulu dengan kedua komponen dasarnya yang bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter dan yang kedua memancarkan kembali data sinyal itu.


5. Manfaat dan Kelebihan/Kekurangan Repeater

Banyak manfaat yang bisa kalian peroleh dari repeater, manfaat tersebut ialah sebagai berikut:
  • Koneksi tidak terputus-putus saat kalian berselancar di Internet, kecuali dalam keadaan jaringan operator sedang bermasalah.
  • Sinyal yang diterima menjadi stabil dan tidak naik-turun, sehingga akan membuat koneksi internet kalian lancar.
  • Membuat modem tidak cepat panas, karena biasanya modem cepat panas disebabkan oleh penerimaan sinyal yang tidak stabil.
  • Membuat baterai menjadi awet, karena jika sinyal kurang baik maka telepon selular akan lebih banyak menguras baterai.
  • Kegiatan komunikasi seperti SMS-an, menelpon, Video Call akan semakin lancar meskipun posisi kalian sedang ada di daerah terpencil dan sangat jauh dari pemukiman kota.
KELEBIHAN
Adapun kelebihan dan kekurang repeater yang diantaranya yaitu:
  • Sebuah perangkat digital yang memperkuat, membentuk ulang atau membuat kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input digital pada transmisi ulang.
  • Repeater bekerja pada sinyal fisik yang sebenarnya sehingga jangan mencoba untuk menginterpretasikan data yang dikirim.
  • Bisa menguatkan sinyal.
  • Repeater bekerja di lapisan fisik, dilapisan pertama dan model OSI.
  • Sebuah analog perangkat yang menguatkan input sinyal terlepas dari alam “analog atau digital”.
  • Kekurangan Repeater.
KEKURANGAN

  • Tembaga untuk serat.
  • Memanjangkan jarak fisik perangkat jaringan.
  • Repeater harus diletakkan pada tempat yang tinggi.
  • Tidak untuk secara serius mempengaruhi kinerja jaringan khusus tersambung dengan media yang berbeda.

B. BRIDGE



1. Pengertian Bridge

Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan.
Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan melalui jaringan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada repeater, walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data link layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan Model OSI, bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada lapisan fisik.

2. Fungsi Bridge

Secara umum, bridge adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil sehingga akan meningkatkan performa jaringan, adapun fungsi bridge lainnya seperti
  • Sebagai Penghubung Dua Jaringan di Tempat Jauh
  • Otonomi dari Masing Masing Jaringan
  • Untuk Mengakomodasi Beban Jaringan

3. Cara Kerja Bridge

Untuk memahami cara kerja bridge, bridge dapat diibaratkan seperti ‘repeater yang cerdas’. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang datang dari sebuah kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut, kemudian mengirim sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan kerjanya ini secara buta tanpa memperhatikan isi pesan yang terkandung dalam sinyal tersebut.


Kontras dengan kerja repeater, bridge merupakan alat yang sedikit lebih cerdas. Bridge mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge mampu menerima sinyal dan secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer di dua jaringan yang terhubung melalui bridge.
Kemudian bridge juga mampu memilah pesan yang datang dari satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di jaringan lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan tersebut memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.
4. Kelebihan dan Kekurangan Bridge

Sebagai sebuah jembatan jaringan, bridge memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya transmisi dari satu protokol ke protokol lainnya. 
Selain itu, bridge juga mampu mendukung beberapa protokol seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin dilayani oleh router.
Walau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan komunikasi antar protokol.

C. NETWORK INTERFACE CARD


1. Pengertian NIC

NIC merupakan sebuah perngkat keras jaringan, yang secara fisik berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan menggunakan kabel jaringan. NIC (Network Interface Card) ini juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti Kartu Jaringan (Network Card), LAN Card  dan juga Ethernet Card 
NIC dipasangkan pada sebuah slot yang tedapat di dalam motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia sudah mendukung slot untuk ekpansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antenna wireless di dalam sebuah komouter, agar komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.

2. Fungsi NIC

Selain memiliki tugas utama sebagai converter atau pengubah aliran data yang berbentuk parallel menjadi aliran data yang berbentuk serial, NIC ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya.
Berikut ini adalah beberapa fungsi dari NIC atau Network Interface Card di dalam jaringan komputer :

1. Sebagai media pengirim data dari satu komputer ke komputer lainnya
2. Sebagai pengontrol data flow antar komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan
3. Menerima data dari komputer lain
4. Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima

3. Cara Kerja NIC

NIC bekerja pada lapisan fisik, di mana data dipecah menjadi bit kemudian dikirim melalui jaringan ke komputer lain yang kemudian dirangkai kembali menjadi data utuh. Setiap NIC memiliki kode unik tersendiri, artinya cuma ada satu, yang terdiri atas 12 digit kode yang disebut dengan MAC Address (Media Access Control). Tujuan adanya MAC address adalah untuk menghindari tabrakan antar data di jaringan. Misalnya node akan mengirimkan paket data, maka sebelumnya akan melihat apakah jaringan sedang mengirimkan paket data atau tidak. Jika node melihat jaringan tidak melakukan pengiriman paket data, maka node akan melakukan pengiriman paket data.
Alur kerja pada NIC yaitu ketika sebuah komputer hendak berkomunikasi dengan komputer lain maka ia akan memancarkan sinyal untuk mencari alamat NIS yang di tuju. Jika alamat tersebut telah ditemukan, maka komunikasi antar dua kartu ethernet dapat dilakukan. Bila NIC yang dituju ternyata tengah menangani komunikasi dengan kartu ethernet lain nya, maka terjadi tabrakan data atau collision. Keduanya kemudian akan berhenti memancarkan sinyal, menunggu untuk kembali memancarkan sinyal dalam waktu yang acak, sehingga kemudian dapat berkomunikasi kembali.
4. Kelebihan dan Kekurangan NIC
Terdapat Kelebihan dan kekurangan menggunakan Network Interface Card:

1.    Tidak Mahal
Salah satu keunggulan Network Interface Card (NIC) yaitu murah. Membuat meningkatkan performa komputer tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak. Sebagai tambahan, kebanyakan komputer modern sudah terpasang kartu jaringan, membuat hal ini menjadi lebih mudah untuk menghubungkan beberapa komputer ke dalam jaringan

2.    Pemecahan Masalah yang Mudah
Network Interface Card (NIC) memudahkan pemilik komputer dan personal IT untuk memecahkan masalah. Hal ini dikarenakan kebanyakan kartu jaringan mempunyai indikator lampu yang sudah terpasang di dalamnya. Indikator ini memudahkan untuk melihat apakah kartunya sudah bekerja dengan baik. Jika terdapat lampu warna hijau di kartunya maka menandakan komunikasi kartu jaringan baik. Jika terdapat lampu warna merah maka menandakan terdapat masalah komunikasi

3.  Network Interface Card (NIC) Harus Dikonfigurasi dengan Tepat
Network Interface Card (NIC) perlu dikonfigurasikan agar bekerja dengan baik dalam jaringan. Agar bekerja dengan baik, Network Interface Card (NIC) harus mampu menyamakan kecepatan seperti mengalihkan jaringan yang terhubung dengannya. Hal itu berarti jaringan pengalih bekerja pada 100Mb akan memerlukan kartu jaringan di komputer yang bisa bekerja dalam kecepatan yang sama. Untuk bisa menrubahnya, teknisi komputer akan membutuhkan penyesuaian pengaturan di setiap kartunya dengan kecepatan yang tepat.


4.    Membutuhkan Kabel Penghubung
Standar pada Network Interface Card (NIC) bahwa kenyataannya mereka membutuhkan kabel penghubung. Agar bekerja dengan baik, komputer harus berada di satu tempat. Jika Anda menggunakan adaptor nirkabel, Anda bisa memindahkan desktop atau laptop ke tempat yang berbeda di dalam bangunan, asalkan komputer tetap berada dalam jangkauan router nirkabel.




Sumber Refrensi :